Lesotho, sebuah negara kecil yang terletak di Afrika bagian selatan, menawarkan keindahan alam yang luar biasa dan warisan budaya yang kaya.
Terletak di jantung wilayah pegunungan Drakensberg, Lesotho memiliki lanskap yang dramatis dengan dataran tinggi dan lembah yang subur.
Negara ini memiliki sejarah yang kompleks, dengan pengaruh dari berbagai budaya, termasuk budaya Sotho dan pengaruh kolonial.
Dengan ekonomi yang terus berkembang, Lesotho menawarkan peluang investasi yang menarik dan potensi pariwisata yang besar.
Poin Kunci
- Mengenal keindahan alam Lesotho yang luar biasa
- Memahami sejarah dan budaya Lesotho
- Mengenal potensi ekonomi dan pariwisata Lesotho
- Mengerti pentingnya Lesotho dalam konteks regional Afrika
- Mengenal peluang investasi di Lesotho
Pengenalan tentang Lesotho
Lesotho, sebuah negara kecil yang terletak di Afrika bagian selatan, memiliki keunikan geografis yang menarik. Negara ini sepenuhnya terkurung daratan oleh Afrika Selatan, membuatnya menjadi enklave yang unik di wilayah tersebut.
Geografi dan Lokasi
Lesotho terletak di dataran tinggi, dengan ketinggian rata-rata lebih dari 1.800 meter di atas permukaan laut. Negara ini dikenal dengan pemandangan alam yang dramatis, termasuk pegunungan dan lembah yang curam. Geografi Lesotho yang unik ini membuatnya menjadi destinasi populer bagi para pecinta alam dan petualang.
Populasi dan Demografi
Populasi Lesotho diperkirakan sekitar 2,1 juta orang, dengan mayoritas penduduknya adalah suku Basotho. Bahasa resmi negara ini adalah Sesotho dan Inggris. Berikut adalah tabel yang menunjukkan statistik demografi Lesotho:
| Indikator Demografi | Data |
|---|---|
| Populasi (2023) | 2,1 juta |
| Bahasa Resmi | Sesotho, Inggris |
| Kelompok Etnis Utama | Suku Basotho |
Dengan memahami geografi dan demografi Lesotho, kita dapat lebih menghargai keunikan dan tantangan yang dihadapi oleh negara ini.
Sejarah Singkat Lesotho
Lesotho memiliki sejarah yang kaya dan beragam, dimulai dari masa pra-kolonial hingga kemerdekaannya. Negara ini, yang terletak di Afrika Selatan, telah mengalami berbagai peristiwa sejarah yang membentuk identitasnya saat ini.
Masa Pra-Kolonial
Sebelum kedatangan kolonial, Lesotho telah dihuni oleh berbagai suku, dengan suku Sotho sebagai penduduk utama. Mereka memiliki sistem sosial dan politik yang terorganisir dengan baik, yang membantu mereka menghadapi tantangan dari suku lain dan kemudian dari kekuatan kolonial.
Budaya dan tradisi suku Sotho sangat kaya, dengan cerita-cerita lisan dan ritual-ritual yang memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga memiliki sistem pertanian yang produktif, yang memungkinkan mereka untuk hidup mandiri.
Pengaruh Kolonial
Pengaruh kolonial mulai terasa di Lesotho pada abad ke-19, ketika Inggris dan Belanda mulai bersaing untuk menguasai wilayah tersebut. Lesotho menjadi protektorat Inggris pada tahun 1868, yang dikenal sebagai Basutoland. Periode ini membawa perubahan signifikan dalam administrasi dan ekonomi Lesotho.
Pengaruh kolonial tidak hanya mengubah struktur politik Lesotho, tetapi juga membawa perubahan sosial dan ekonomi yang mendalam.
Lesotho kemudian menjadi bagian dari imperium Britania, yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat Lesotho, termasuk pendidikan dan kesehatan.
Kemerdekaan dan Pembentukan Negara
Lesotho memperoleh kemerdekaannya dari Inggris pada tanggal 4 Oktober 1966. Setelah kemerdekaan, Lesotho menghadapi berbagai tantangan dalam membangun negara dan memperkuat identitas nasionalnya.
- Pemerintah Lesotho berfokus pada pembangunan infrastruktur dan ekonomi.
- Mereka juga berusaha untuk melestarikan budaya dan tradisi warisan nenek moyang.
- Lesotho menjadi anggota berbagai organisasi internasional, meningkatkan peranannya di kancah global.
Dengan kemerdekaan, Lesotho memulai babak baru dalam sejarahnya, dengan tujuan untuk menjadi negara yang sejahtera dan stabil.
Budaya dan Tradisi Lesotho
Dengan sejarah yang panjang, Lesotho memiliki identitas budaya yang kuat dan khas. Budaya Lesotho merupakan refleksi dari kehidupan masyarakatnya yang masih mempertahankan tradisi leluhur.
Musik dan Tarian
Musik dan tarian merupakan bagian integral dari budaya Lesotho. Tarian tradisional seperti “Mohobelo” dan “Likhatho” sering ditampilkan dalam berbagai acara adat dan perayaan.
Musik Lesotho juga dikenal dengan penggunaan alat musik tradisional seperti “djembe” dan “marimba”, yang memberikan nuansa khas pada pertunjukan musik dan tarian.

Pakaian Tradisional
Pakaian tradisional Lesotho memiliki makna budaya yang dalam. Salah satu pakaian adat yang paling ikonik adalah “Basotho blanket,” yang digunakan dalam berbagai kesempatan.
- Basotho blanket melambangkan status sosial dan kekayaan.
- Pakaian ini juga digunakan dalam upacara adat dan perayaan.
Perayaan dan Festival
Lesotho memiliki berbagai perayaan dan festival yang unik, seperti “Moroa oa Kaomohelo” yang merayakan warisan budaya dan sejarah Lesotho.
“Perayaan ini menjadi momen penting bagi masyarakat Lesotho untuk mengenang sejarah dan memperkuat identitas budaya mereka.”
Selain itu, Lesotho juga merayakan festival musik dan seni yang menampilkan bakat lokal dan mempromosikan pariwisata budaya.
Ekonomi Lesotho
Lesotho memiliki potensi ekonomi yang besar melalui sektor pertanian dan pariwisata. Negara ini terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonominya melalui berbagai inisiatif.
Sektor Pertanian
Sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi Lesotho. Mayoritas penduduk Lesotho bergantung pada pertanian sebagai sumber mata pencaharian. Tanaman utama yang dibudidayakan termasuk jagung, gandum, dan kacang-kacangan.
Pertanian di Lesotho menghadapi beberapa tantangan seperti keterbatasan lahan subur dan teknologi yang kurang memadai. Namun, pemerintah terus berupaya meningkatkan produktivitas melalui program-program pertanian yang efektif.
Pekerjaan dan Ketenagakerjaan
Masalah ketenagakerjaan di Lesotho cukup kompleks. Tingkat pengangguran yang tinggi menjadi salah satu tantangan utama. Banyak warga Lesotho yang bekerja di sektor informal atau menjadi buruh migran di Afrika Selatan.
Pemerintah Lesotho berupaya menciptakan lapangan kerja melalui investasi di berbagai sektor, termasuk industri manufaktur dan pariwisata.
Pariwisata
Pariwisata merupakan salah satu sektor yang berpotensi besar untuk meningkatkan ekonomi Lesotho. Keindahan alam Lesotho, termasuk pegunungan dan air terjun, menawarkan banyak peluang untuk pengembangan wisata alam.
Pariwisata di Lesotho juga didukung oleh warisan budaya yang kaya, termasuk festival dan tradisi unik. Pengembangan infrastruktur pariwisata yang memadai dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.
Sistem Pemerintahan Lesotho
Lesotho memiliki sistem pemerintahan yang unik dan efektif. Sistem ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan rakyat dan mendukung proses demokrasi.
Struktur Pemerintahan
Struktur pemerintahan Lesotho terdiri dari tiga cabang utama: eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Monarki konstitusional menjadi landasan bagi pemerintahan Lesotho, di mana raja atau ratu berperan sebagai kepala negara.
Pemerintah Lesotho dipimpin oleh seorang Perdana Menteri yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan publik dan administrasi negara.
Pemilihan Umum
Pemilihan umum di Lesotho diadakan untuk memilih anggota parlemen dan menentukan partai yang akan memimpin pemerintahan. Proses ini dilakukan secara transparan dan adil, memastikan bahwa suara rakyat didengar.
Pemilu di Lesotho dianggap sebagai sarana penting dalam menjaga stabilitas politik dan memastikan pemerintahan yang demokratis.
Kebijakan Publik
Kebijakan publik di Lesotho dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendukung pembangunan nasional. Prioritas diberikan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Pemerintah Lesotho juga berupaya meningkatkan kerja sama internasional untuk mendukung implementasi kebijakan publik yang efektif.
Pendidikan di Lesotho
Pendidikan di Lesotho memiliki peran penting dalam pembangunan negara. Dengan memahami sistem pendidikan yang ada, kita dapat mengetahui bagaimana Lesotho berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.
Tingkat Pendidikan
Sistem pendidikan di Lesotho terdiri dari beberapa tingkat, yaitu pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Pendidikan dasar adalah wajib bagi anak-anak berusia 6 hingga 13 tahun.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, siswa dapat melanjutkan ke pendidikan menengah yang berlangsung selama empat tahun. Pendidikan menengah atas mempersiapkan siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja.
Akses dan Kualitas
Pemerintah Lesotho telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah dengan membangun lebih banyak sekolah dan meningkatkan kualitas tenaga pengajar.
Namun, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya infrastruktur dan sumber daya di beberapa daerah terpencil.

Institusi Pendidikan Terkenal
Lesotho memiliki beberapa institusi pendidikan terkenal yang menawarkan program-program berkualitas. Salah satu institusi yang paling dikenal adalah National University of Lesotho, yang menawarkan berbagai program studi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan humaniora.
Institusi lainnya adalah Limkokwing University of Creative Technology, yang fokus pada program-program kreatif dan teknologi.
Dengan demikian, Lesotho terus berupaya meningkatkan sistem pendidikan untuk menciptakan generasi yang lebih berpendidikan dan berkompeten.
Kesehatan di Lesotho
Lesotho berupaya keras meningkatkan standar kesehatan masyarakatnya. Upaya ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan sistem kesehatan hingga penanganan masalah kesehatan umum.
Sistem Kesehatan
Sistem kesehatan di Lesotho menghadapi beberapa tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya dan infrastruktur. Namun, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memperkuat sistem ini.
- Peningkatan fasilitas kesehatan
- Pelatihan tenaga kesehatan
- Pengadaan peralatan medis
Masalah Kesehatan Umum
Lesotho menghadapi beberapa masalah kesehatan umum, seperti penyakit menular dan kesehatan ibu dan anak. Penyakit seperti HIV/AIDS dan tuberkulosis masih menjadi tantangan besar.
Upaya Peningkatan Kesehatan
Pemerintah Lesotho, bersama dengan organisasi internasional, telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Ini termasuk program pencegahan penyakit, peningkatan akses ke layanan kesehatan, dan promosi gaya hidup sehat.
- Program vaksinasi
- Kampanye kesehatan masyarakat
- Peningkatan akses ke air bersih dan sanitasi
Dengan upaya bersama, Lesotho berharap dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakatnya.
Infrastruktur di Lesotho
Infrastruktur yang memadai sangat penting bagi Lesotho untuk meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur mencakup berbagai aspek, termasuk transportasi, komunikasi, serta energi dan utilitas.
Transportasi
Sistem transportasi di Lesotho terdiri dari jaringan jalan, jalur kereta api terbatas, dan bandara. Jalan merupakan moda transportasi utama, tetapi kondisi jalan di beberapa daerah masih kurang baik.
Pemerintah Lesotho telah berupaya meningkatkan infrastruktur jalan untuk memfasilitasi akses ke daerah terpencil dan meningkatkan konektivitas antar kota.
| Jenis Transportasi | Keterangan |
|---|---|
| Jalan | Jaringan jalan yang menghubungkan kota-kota utama dan daerah terpencil |
| Kereta Api | Jalur kereta api terbatas yang menghubungkan Lesotho dengan negara tetangga |
| Udara | Bandara internasional yang melayani penerbangan ke destinasi regional dan internasional |
Komunikasi
Lesotho telah mengalami kemajuan signifikan dalam sektor komunikasi dengan adanya jaringan telekomunikasi modern dan layanan internet.
“Perkembangan teknologi komunikasi telah membuka peluang baru bagi masyarakat Lesotho untuk terhubung dengan dunia luar.”
Layanan telekomunikasi dan internet memainkan peran penting dalam mendukung kegiatan ekonomi dan sosial di Lesotho.
Energi dan Utilitas
Lesotho memiliki potensi besar dalam pembangkit listrik tenaga air, yang merupakan sumber energi utama negara.
Pengembangan infrastruktur energi yang berkelanjutan menjadi prioritas bagi pemerintah untuk memastikan ketersediaan energi yang stabil dan ramah lingkungan.
Lingkungan dan Keberlanjutan
Lesotho, dengan geografinya yang unik, menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang memerlukan perhatian serius. Negara ini, yang terletak di dataran tinggi Afrika bagian selatan, memiliki keanekaragaman hayati yang kaya namun rentan terhadap perubahan lingkungan.
Isu Lingkungan
Lesotho menghadapi beberapa isu lingkungan kritis, termasuk erosi tanah yang parah akibat praktik pertanian yang tidak berkelanjutan dan penggundulan hutan. Aktivitas pertambangan juga memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan, dengan potensi pencemaran air dan tanah.
Menurut sebuah laporan, erosi tanah di Lesotho telah menyebabkan kerugian besar pada sektor pertanian, yang merupakan tulang punggung ekonomi negara. Oleh karena itu, upaya konservasi tanah dan air menjadi sangat penting.
Upaya Konservasi
Pemerintah Lesotho, bersama dengan organisasi internasional dan masyarakat lokal, telah meluncurkan berbagai inisiatif konservasi. Program-program ini mencakup reboisasi, pengelolaan tanah yang berkelanjutan, dan perlindungan habitat satwa liar.
“Konservasi lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat. Dengan kerja sama, kita bisa menjaga keindahan alam Lesotho untuk generasi mendatang.” – Menteri Lingkungan Lesotho
Perubahan Iklim
Lesotho juga tidak luput dari dampak perubahan iklim global. Perubahan pola cuaca telah menyebabkan musim kering yang lebih panjang dan musim hujan yang lebih intens, mempengaruhi ketersediaan air dan produktivitas pertanian.
Dalam menghadapi tantangan ini, Lesotho berpartisipasi dalam berbagai program internasional untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan resiliensi terhadap perubahan iklim.
Dengan upaya bersama, Lesotho bertekad untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
Perdagangan dan Investasi
Dengan ekonomi yang terus berkembang, Lesotho menjadi destinasi menarik bagi investasi internasional. Negara ini telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan iklim investasi, termasuk penyederhanaan prosedur perizinan dan pemberian insentif bagi investor.
Peluang Investasi
Lesotho menawarkan berbagai peluang investasi, terutama di sektor pertanian, manufaktur, dan pariwisata. Investor dapat memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah dan tenaga kerja terampil untuk mengembangkan bisnis mereka.
- Sektor pertanian dengan potensi besar untuk produksi tanaman dan peternakan.
- Sektor manufaktur yang didukung oleh fasilitas produksi tekstil dan garmen.
- Sektor pariwisata yang menawarkan keindahan alam dan warisan budaya.
Produk Ekspor dan Impor
Lesotho memiliki neraca perdagangan yang dipengaruhi oleh ekspor dan impor barang. Produk utama yang diekspor termasuk tekstil, berlian, dan produk pertanian, sementara impor mencakup mesin, bahan bakar, dan barang konsumsi.
| Produk | Ekspor/Impor | Nilai (USD) |
|---|---|---|
| Tekstil | Ekspor | 100 juta |
| Berlian | Ekspor | 50 juta |
| Mesin | Impor | 200 juta |
Hubungan Dagang Internasional
Lesotho aktif dalam menjalin hubungan dagang internasional, termasuk keanggotaan di komunitas regional seperti Southern African Development Community (SADC) dan African Continental Free Trade Area (AfCFTA). Hal ini membuka peluang lebih besar bagi Lesotho untuk meningkatkan perdagangan dengan negara-negara lain.
Keuntungan dari hubungan dagang internasional termasuk akses pasar yang lebih luas, peningkatan daya saing, dan diversifikasi ekonomi.
Hubungan Internasional
Lesotho aktif dalam komunitas internasional, memperluas jaringan kerja sama bilateral dan multilateral. Negara ini menjalin hubungan diplomatik dengan berbagai negara dan organisasi internasional, memperkuat posisinya di kancah global.
Mitra Utama
Lesotho memiliki hubungan erat dengan beberapa negara dan organisasi internasional. Beberapa mitra utama Lesotho meliputi:
- Afrika Selatan: Sebagai tetangga terdekat, Afrika Selatan merupakan mitra dagang dan diplomatik utama Lesotho.
- Uni Eropa: Lesotho menerima bantuan pembangunan dan kerja sama dari Uni Eropa.
- Amerika Serikat: Amerika Serikat merupakan salah satu mitra penting Lesotho dalam hal perdagangan dan bantuan pembangunan.
Perjanjian Bilateral
Lesotho telah menandatangani berbagai perjanjian bilateral dengan negara-negara mitra untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Beberapa contoh perjanjian bilateral meliputi:
- Perjanjian perdagangan bebas dengan Afrika Selatan.
- Kerja sama keamanan dengan negara-negara tetangga.
- Perjanjian investasi dengan negara-negara maju.
Keterlibatan di Organisasi Internasional
Lesotho aktif dalam berbagai organisasi internasional, termasuk:
- Komunitas Pembangunan Afrika Selatan (SADC).
- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
- Uni Afrika.
Melalui keanggotaan dalam organisasi-organisasi ini, Lesotho berpartisipasi dalam diskusi global, berbagi pengalaman, dan menerima bantuan pembangunan.
Tantangan yang Dihadapi Lesotho
Lesotho, sebuah negara kecil yang terletak di Afrika bagian selatan, menghadapi berbagai tantangan yang signifikan. Negara ini, yang sepenuhnya dikelilingi oleh Afrika Selatan, memiliki sejarah yang kaya dan budaya yang unik, tetapi juga menghadapi berbagai masalah yang kompleks.

Masalah Ekonomi
Lesotho menghadapi tantangan ekonomi yang signifikan, termasuk tingkat pengangguran yang tinggi dan ketergantungan pada sektor pertanian. Ekonomi Lesotho sangat bergantung pada remittance dari pekerja migran, yang dapat membuat negara ini rentan terhadap perubahan ekonomi di negara-negara tetangga.
Selain itu, Lesotho juga berupaya meningkatkan diversifikasi ekonomi dengan mengembangkan sektor pariwisata dan industri manufaktur. Namun, tantangan seperti infrastruktur yang terbatas dan biaya produksi yang tinggi masih menghambat perkembangan ekonomi.
Isu Sosial
Lesotho juga menghadapi berbagai isu sosial yang kompleks, termasuk penularan HIV/AIDS yang tinggi dan kemiskinan yang meluas. Program-program kesehatan dan sosial telah dilaksanakan untuk mengatasi masalah ini, namun upaya berkelanjutan diperlukan untuk mencapai hasil yang signifikan.
Pendidikan juga menjadi fokus penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lesotho. Namun, tantangan seperti kurangnya akses ke fasilitas pendidikan yang berkualitas dan tingkat drop-out yang tinggi masih perlu diatasi.
Ketidakstabilan Politik
Lesotho memiliki sejarah ketidakstabilan politik, dengan beberapa kali pergantian pemerintahan dan konflik internal. Ketidakstabilan politik dapat mempengaruhi investasi asing dan pembangunan ekonomi, sehingga menciptakan tantangan tambahan bagi negara.
Upaya untuk meningkatkan stabilitas politik melalui reformasi dan dialog nasional telah dilakukan. Namun, menjaga stabilitas politik tetap menjadi tantangan yang berkelanjutan bagi Lesotho.
Masa Depan Lesotho
Lesotho memiliki potensi besar untuk berkembang di berbagai sektor, termasuk pariwisata dan budaya. Dengan keindahan alam yang memukau dan warisan budaya yang kaya, Lesotho dapat meningkatkan pariwisata Lesotho untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Prospek Ekonomi
Ekonomi Lesotho dapat tumbuh melalui investasi di sektor pariwisata dan pertanian. Pengembangan infrastruktur yang memadai juga dapat meningkatkan prospek ekonomi negara ini.
Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial di Lesotho dapat dicapai melalui peningkatan akses pendidikan dan kesehatan. Budaya Lesotho yang kaya juga dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan kesenian dan tradisi lokal.
Rencana Strategis Pemimpin
Pemimpin Lesotho memiliki rencana strategis untuk meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan, Lesotho dapat mencapai kemajuan yang signifikan di masa depan.
FAQ
Apa itu Lesotho?
Lesotho adalah sebuah negara yang terkurung daratan di Afrika bagian selatan, dikenal karena geografinya yang unik dan budayanya yang kaya.
Bagaimana sejarah Lesotho?
Lesotho memiliki sejarah yang kaya mulai dari masa pra-kolonial hingga kemerdekaannya. Pengaruh kolonial dan proses pembentukan negara telah membentuk identitas Lesotho.
Apa saja aspek budaya Lesotho?
Budaya Lesotho mencakup musik, tarian, pakaian tradisional, serta perayaan dan festival yang unik, mencerminkan identitas budaya negara ini.
Bagaimana kondisi ekonomi Lesotho?
Ekonomi Lesotho mencakup sektor pertanian, pekerjaan, dan ketenagakerjaan, serta pariwisata, yang merupakan aspek penting dalam perekonomian negara.
Apa tantangan yang dihadapi Lesotho?
Lesotho menghadapi berbagai tantangan, termasuk masalah ekonomi, isu sosial, serta ketidakstabilan politik, yang mempengaruhi pembangunan negara.
Bagaimana prospek masa depan Lesotho?
Prospek masa depan Lesotho mencakup prospek ekonomi, perkembangan sosial, serta rencana strategis pemimpin, yang diharapkan dapat membawa kemajuan bagi negara.
Apa itu sistem pemerintahan Lesotho?
Sistem pemerintahan Lesotho mencakup struktur pemerintahan, proses pemilihan umum, dan kebijakan publik, yang membentuk kerangka pemerintahan negara.
Bagaimana keadaan pendidikan di Lesotho?
Pendidikan di Lesotho mencakup tingkat pendidikan, aksesibilitas, kualitas, serta institusi pendidikan terkenal, yang merupakan aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Apa isu lingkungan yang dihadapi Lesotho?
Lesotho menghadapi berbagai isu lingkungan, termasuk upaya konservasi dan dampak perubahan iklim, yang memerlukan perhatian dan tindakan.
Bagaimana hubungan internasional Lesotho?
Lesotho memiliki hubungan internasional yang mencakup mitra utama, perjanjian bilateral, serta keterlibatan dalam organisasi internasional, yang mempengaruhi posisi negara di kancah internasional.